STUDI ANALITIK KELENGKAPAN IMUNISASI BAYI 0-11 BULAN DI DESA LAMURU KECAMATAN TELLU SIATTINGE KABUPATEN BONE

Studi Analitik Kelengkapan Imunisasi pada Bayi 0-11 Bulan di Desa Lamuru Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone

Authors

  • Arfan Nur institut sains dan kesehatan bone

Keywords:

Pengetahuan Status Pekerjaan Budaya Kelengkapan imunisasi

Abstract

Abstract. The immunization program is a program used to reduce morbidity, mortality and disability rates for infants and toddlers. This program is implemented for diseases that can be prevented by immunization such as tuberculosis, diphtheria, pertussis, tetanus, hepatitis B, polio, and measles. Babies should receive complete basic immunization consisting of BCG 1 time, DPT 3 times, hepatitis B 3 times, polio 4 times, and measles once. Achievement of Universal Child Immunization (UCI) is the achievement of complete basic immunization in infants (0-11 months) that have not met the target. This study aims to look at the factors associated with completeness of basic immunization in infants from 0 to 11 months in Lamuru Village, Tellu Siattinge District, Bone Regency. The research method uses cross sectional study with quantitative analytic research design. The sample was as many as mothers who had babies aged 0-11 months, totaling 52 babies. Chi-square is applied to analyze data. The analysis shows that there is an influence between knowledge and completeness of basic immunization in infants in Desa Lamuru, Tellu siattinge District, Kab. Bone, (p value = 0,000). There is an influence between employment status and completeness of basic immunization in infants in Lamuru Village, Tellu siattinge District, Kab. Bone, (p value = 0,000). There is an influence between culture and the completeness of basic immunization in infants in Desa Lamuru, Tellu siattinge District, Kab. Bone, (p value = 0.001) while family support had no effect on the completeness of basic immunization in infants in Desa Lamuru, Tellu siattinge District, Kab. Bone, (p value = 0.579). It can be concluded that there is an influence of knowledge, occupational, and cultural factors on the completeness of basic immunization in infants.

Abstrak.Program imunisasi merupakan suatu program yang digunakan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan bayi serta anak balita. Program ini dilaksanakan untuk penyakit–penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan campak. Bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali, DPT 3 kali, hepatitis B 3 kali, polio 4 kali, dan campak 1 kali. Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) ialah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan) belum memenuhi target. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi 0-11 bulan di Desa Lamuru Kecamatan Tellu siattinge Kabupaten Bone. Metode penelitian menggunakan  Cross Sectional study dengan rancangan penelitian analitik kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak ibu-ibu yang memiliki bayi yang berumur 0-11 bulan yang berjumlah 52 bayi. Chi-square diterapkan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan terdapat Terdapat Pengaruh  antara pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Desa Lamuru  Kecamatan Tellu siattinge Kab. Bone, (p value = 0,000). Terdapat Pengaruh antara status pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Desa Lamuru  Kecamatan Tellu siattinge Kab. Bone, (p value = 0,000). Terdapat Pengaruh  antara budaya dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Desa Lamuru  Kecamatan Tellu siattinge Kab. Bone, (p value = 0,001) sementara dukungan keluarga tidak terdapat pengaruh dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Desa Lamuru  Kecamatan Tellu siattinge Kab. Bone, (p value = 0,579). Dapat disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh Faktor pengetahuan, Status pekerjaan, budaya terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi

jurnal suara kesehatan

Published

2021-02-27