HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI UPT PUSKESMAS AJANGALE KECAMATAN AJANGALE

HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI UPT PUSKESMAS AJANGALE KECAMATAN AJANGALE

Authors

  • Mustar Akademi Kebidanan Bina Sehat Nusantara

Keywords:

Anemia, Abortion Incidence

Abstract

Abstract: Anemia is a condition where there is a decrease in hemoglobin, hematocrit and erythrocyte counts below normal values. The cause can be due to a lack of iron for blood formation, for example iron, folic acid and vitamin B12, but what often happens is anemia due to iron deficiency.Objective: To determine the relationship between anemia in pregnancy and abortion in pregnant womenMethods: The type of research used in this study was an analytic survey with a cross sectional study design. So that the number of samples that meet the criteria is determined as many as 30 people.Results: The results showed that of the 30 respondents, the highest was in the category of not having anemia and no abortion as many as 18 respondents (60%). Meanwhile, the lowest category was not anemic and experienced abortion by 1 respondent (3%). Based on the results of the chi square test, it was found that ρ-value = 0.0can be concluded that there is a relationship between anemia and the incidenc04 a <0.05, which means that Ha is accepted and H0 is rejected, so it e of abortion.

 Abstrak: Anemia merupakan suatu keadaan adanya penurunan kadar haemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Penyebab bisa karena kurangnya zat besi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat dan vitamin B12, tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kejadian anemia dalam kehamilan  dengan kejadian abortus pada ibu hamil. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Sehingga ditentukan jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak yaitu sebanyak 30 orang.Hasil :Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden diperoleh tertinggi dalam kategori tidak megalami anemia dan tidak mengalami abortus sebanyak 18 responden (60%). Sedangkan terendah dalam kategori tidak anemia dan mengalami abortus sebanyak 1 responden (3%). Berdasarkan hasil uji chi square test didapatkan ρ-value = 0,004 a<0,05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara anemia dengan kejadian abortus.

jurnal suara kesehatan

Published

2021-02-27